Jumat, 17 Juli 2026

Breaking News

  • Perkuat Peran Perempuan, Srikandi GRIB Jaya Pekanbaru Gelar Konsolidasi dan Aksi Sosial Dihadiri DPD dan DPC GRIB Jaya   ●   
  • DLHK Provinsi Riau Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Karhutla Melalui Sosialisasi dan Simulasi di Desa Aliantan   ●   
  • Gugatan F. Zega Ditolak Pengadilan, PKMNR Tegaskan Legalitas Organisasi dan Siapkan Langkah Hukum atas Dugaan Fitnah   ●   
  • Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi   ●   
  • Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak   ●   
Tiga Terduga PMI Nonprosedural Gagal Berangkat ke Luar Negeri Melalui Batam Center
Minggu 14 Juni 2026, 20:00 WIB

suarahebat.com, Batam – Tiga orang yang diduga sebagai calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural gagal berangkat ke luar negeri melalui Pelabuhan Internasional Batam Center.

Pantauan di lapangan, ketiga warga negara Indonesia tersebut berasal dari Medan, Surabaya, dan Lombok. Mereka hendak melakukan perjalanan ke Singapura, Kamboja, dan Malaysia hanya dengan menggunakan paspor kunjungan tanpa dilengkapi dokumen izin kerja atau permit kerja yang sah.

Niat mereka untuk berangkat ke luar negeri akhirnya kandas setelah tidak dapat di ijinkan oleh pihak Imigrasi pelabuhan Batam Center menuju negara tujuan.

Salah seorang calon penumpang berinisial SE (41), warga Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengaku telah mengeluarkan biaya sekitar Rp3 juta untuk membeli tiket pesawat dari Lombok menuju Batam.

"Saya dari Lombok ke Batam beli tiket Rp3 jutaan. Ke Batam ada kawan yang mengarahkan," ujar SE saat ditemui di Pelabuhan Batam Center.

Namun saat ditanya mengenai tujuan keberangkatannya ke Singapura, SE seolah berkelit mengaku hanya ingin berwisata.

"Saya hanya mau jalan-jalan saja ke Singapura," katanya.

Meski demikian, pria tersebut enggan menjelaskan identitas orang yang mengarahkannya ke Batam.

Sementara itu, seorang perempuan berinisial DS (26), warga Medan, Sumatera Utara, mengaku hendak bepergian ke Kamboja. Namun, seperti halnya SE, ia hanya membawa paspor kunjungan dan tidak dapat menunjukkan dokumen permit kerja.

Menanggapi adanya temuan penumpang yang diduga hendak bekerja di luar negeri tanpa dokumen pendukung yang lengkap, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, mengatakan persoalan terkait PMI dapat dikoordinasikan dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Menurutnya, saat ini proses pemeriksaan keberangkatan penumpang di sejumlah pelabuhan telah menggunakan sistem autogate untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus meminimalisir kontak langsung antara petugas dan penumpang.

"Terkait PMI bisa langsung berkoordinasi dengan BP2MI. Arahan saya sekarang seluruh penumpang melalui autogate sehingga menghindari kontak antara penumpang dengan petugas. Di autogate sudah tidak ada lagi proses wawancara penumpang karena sistemnya telah terintegrasi dengan data yang tersedia," ujarnya.

Ia berharap penerapan autogate dapat terus diperluas di wilayah Kepulauan Riau.

"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan seluruh pelabuhan internasional di Kepri dapat menerapkan sistem autogate secara penuh," tambahnya.(Gokkon)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi

Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak

Sidak Berulang, Kepastian Tak Kunjung Datang: Publik Pertanyakan Ketegasan Pemko dan DPRD Pekanbaru terhadap THM Bermasalah

Opini: Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Ditawar Demi Keberhasilan Program Prioritas Nasional

MS Law Firm Gugat Mantan Pimpinan KORPRI Departemen Kesehatan Provinsi Riau, Tuntut Pertanggungjawaban atas Nasib 2 Mantan Bawahan

Empat Hari Gangguan, Pelanggan Murka: Telkomsel dan IndiHome Diminta Bertanggung Jawab, Jangan Diam!

Aksi Besar Kembali Terjadi di Pekanbaru, Massa Desak Pemprov Riau Benahi Kisruh SPMB 2026

Diduga Hindari Konfirmasi Soal Gatotnya Program Ketahanan Pangan BUMDes Tameran Yang Telan Rp 219 Juta, Kades Blokir WhatsApp Awak Media

Batas Waktu 60 Hari, BASMI Riau Desak Bupati Meranti Tindaklanjuti Temuan BPK Senilai Rp 6,5 Miliar

Banyak Calon Siswa Belum Dapat Sekolah Negeri, GRIB Jaya Minta Plt Gubernur Riau Tambah Kuota SPMB

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top