suarahebat.com, Batam – Tiga orang yang diduga sebagai calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural gagal berangkat ke luar negeri melalui Pelabuhan Internasional Batam Center.
Pantauan di lapangan, ketiga warga negara Indonesia tersebut berasal dari Medan, Surabaya, dan Lombok. Mereka hendak melakukan perjalanan ke Singapura, Kamboja, dan Malaysia hanya dengan menggunakan paspor kunjungan tanpa dilengkapi dokumen izin kerja atau permit kerja yang sah.
Niat mereka untuk berangkat ke luar negeri akhirnya kandas setelah tidak dapat di ijinkan oleh pihak Imigrasi pelabuhan Batam Center menuju negara tujuan.
Salah seorang calon penumpang berinisial SE (41), warga Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengaku telah mengeluarkan biaya sekitar Rp3 juta untuk membeli tiket pesawat dari Lombok menuju Batam.
"Saya dari Lombok ke Batam beli tiket Rp3 jutaan. Ke Batam ada kawan yang mengarahkan," ujar SE saat ditemui di Pelabuhan Batam Center.
Namun saat ditanya mengenai tujuan keberangkatannya ke Singapura, SE seolah berkelit mengaku hanya ingin berwisata.
"Saya hanya mau jalan-jalan saja ke Singapura," katanya.
Meski demikian, pria tersebut enggan menjelaskan identitas orang yang mengarahkannya ke Batam.
Sementara itu, seorang perempuan berinisial DS (26), warga Medan, Sumatera Utara, mengaku hendak bepergian ke Kamboja. Namun, seperti halnya SE, ia hanya membawa paspor kunjungan dan tidak dapat menunjukkan dokumen permit kerja.
Menanggapi adanya temuan penumpang yang diduga hendak bekerja di luar negeri tanpa dokumen pendukung yang lengkap, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, mengatakan persoalan terkait PMI dapat dikoordinasikan dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Menurutnya, saat ini proses pemeriksaan keberangkatan penumpang di sejumlah pelabuhan telah menggunakan sistem autogate untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus meminimalisir kontak langsung antara petugas dan penumpang.
"Terkait PMI bisa langsung berkoordinasi dengan BP2MI. Arahan saya sekarang seluruh penumpang melalui autogate sehingga menghindari kontak antara penumpang dengan petugas. Di autogate sudah tidak ada lagi proses wawancara penumpang karena sistemnya telah terintegrasi dengan data yang tersedia," ujarnya.
Ia berharap penerapan autogate dapat terus diperluas di wilayah Kepulauan Riau.
"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan seluruh pelabuhan internasional di Kepri dapat menerapkan sistem autogate secara penuh," tambahnya.(Gokkon)
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



