BENGKALIS – Pernyataan seorang oknum yang mengaku sebagai petugas lapangan pada proyek pembangunan Laboratorium dan Bengkel Terpadu Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) senilai Rp 40,7 miliar menuai sorotan. Pasalnya, pernyataan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada seorang jurnalis dinilai menunjukkan pemahaman yang keliru terhadap fungsi pers serta peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai bagian dari kontrol sosial.
Dalam pesannya, oknum tersebut berulang kali mengingatkan soal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta mempertanyakan sumber informasi yang digunakan dalam pemberitaan terkait dugaan persoalan proyek tersebut, Selasa (16/06/26).
Sikap tersebut justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, dalam negara demokrasi, kritik, pengawasan, dan penyampaian informasi kepada publik merupakan bagian dari mekanisme kontrol yang dijamin oleh Undang-Undang.
Pers bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kemerdekaan pers untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sementara LSM memiliki fungsi sebagai mitra kritis dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara dan pelaksanaan pembangunan.
"Jangan sampai ada pihak yang merasa terganggu hanya karena proyek yang menggunakan uang rakyat menjadi perhatian publik. Justru setiap proyek yang bersumber dari APBN maupun APBD wajib terbuka terhadap pengawasan masyarakat," ujar salah satu pemerhati kebijakan publik di Bengkalis.
Peringatan mengenai UU ITE yang disampaikan kepada jurnalis juga dinilai tidak tepat apabila digunakan untuk merespons kritik atau pemberitaan yang masih berada dalam koridor jurnalistik. Jika terdapat informasi yang dianggap kurang tepat, mekanisme yang tersedia telah diatur melalui hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers.
Sejumlah kalangan menilai, alih-alih memberikan penjelasan substantif terkait berbagai isu yang berkembang, oknum tersebut justru lebih fokus mempertanyakan sumber informasi dan mencoba menggeser substansi persoalan yang menjadi perhatian publik.
Padahal, yang menjadi sorotan masyarakat bukanlah siapa yang menyampaikan informasi, melainkan bagaimana pelaksanaan proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut berjalan sesuai spesifikasi, sesuai kontrak, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Publik berharap seluruh pihak yang terlibat dalam proyek negara dapat lebih terbuka terhadap kritik dan pengawasan. Sebab, transparansi dan akuntabilitas merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan yang menggunakan uang rakyat.
Hingga saat ini, berbagai pihak masih menunggu penjelasan resmi dari manajemen proyek maupun pihak Politeknik Negeri Bengkalis terkait substansi isu yang berkembang, Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.***
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



