PEKANBARU – Pernyataan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Riau, Ginda Burnama, yang mengecam mantan Ketua BEM UGM terkait kritik terhadap Presiden RI menuai tanggapan dari kalangan insan pers.
Ketua Umum Persatuan Media Massa Nusantara, S.Hondro menyayangkan sikap dan pernyataan yang disampaikan Ginda Burnama yang dinilainya terlalu tajam, dan bernada keras terhadap seorang aktivis yang menyampaikan pendapat di ruang publik, Rabu (17/06/26).
Menurut S. Hondro, dalam negara demokrasi setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, kritik, maupun pandangan terhadap kebijakan pemerintah selama dilakukan dalam koridor hukum yang berlaku.
"Kami menyayangkan pernyataan yang terkesan menghakimi dan memberikan label tertentu terhadap seseorang yang sedang menyampaikan kritik. Sebagai wakil rakyat, seharusnya lebih mengedepankan dialog, edukasi, dan ruang diskusi yang sehat dibandingkan memperuncing perbedaan pandangan," ujar S. Hondro dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Ia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan ruang kritik yang terbuka. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tidak selalu dapat dimaknai sebagai upaya menghancurkan bangsa dan negara.
"Perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Kritik tidak selalu identik dengan kebencian terhadap negara. Justru kritik yang disampaikan masyarakat maupun aktivis sering menjadi masukan penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan," katanya.
Hondro juga mengingatkan bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana yang kondusif di tengah masyarakat. Karena itu, setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik hendaknya mampu menyejukkan suasana dan mengedepankan semangat persatuan.
"Kita semua tentu sepakat bahwa etika dalam menyampaikan kritik harus dijaga. Namun etika juga harus hadir dalam merespons kritik. Jangan sampai perdebatan substansi bergeser menjadi serangan terhadap individu yang justru dapat menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut, PMMN mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, wakil rakyat, aktivis, mahasiswa, maupun insan pers untuk bersama-sama membangun budaya demokrasi yang dewasa, menghargai perbedaan pandangan, serta mengedepankan argumentasi yang konstruktif.
"Bangsa ini dibangun dengan semangat musyawarah dan saling menghormati. Kritik harus disampaikan dengan santun, dan tanggapan terhadap kritik pun harus dilakukan secara bijaksana. Dengan demikian, demokrasi akan tumbuh sehat dan kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara tetap terjaga," tutup Hondro.*jhn
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



