Jumat, 17 Juli 2026

Breaking News

  • POLICE GO TO SCHOOL, DITLANTAS POLDA RIAU TANAMKAN BUDAYA TERTIB BERLALU LINTAS DAN GREEN POLICING KEPADA PELAJAR   ●   
  • Perkuat Peran Perempuan, Srikandi GRIB Jaya Pekanbaru Gelar Konsolidasi dan Aksi Sosial Dihadiri DPD dan DPC GRIB Jaya   ●   
  • DLHK Provinsi Riau Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Karhutla Melalui Sosialisasi dan Simulasi di Desa Aliantan   ●   
  • Gugatan F. Zega Ditolak Pengadilan, PKMNR Tegaskan Legalitas Organisasi dan Siapkan Langkah Hukum atas Dugaan Fitnah   ●   
  • Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi   ●   
Harapan Masyarakat Kepri Optimalisasi Kinerja Imgrasi Mengatasi Keterbatasan Sarana Prasarana 
Kamis 18 Juni 2026, 12:32 WIB

Batam -SuaraHebat.com_- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau menegaskan bahwa pengawasan dan patroli di seluruh wilayah perairan dan kawasan kelautan wilayah kerja Kepri harus tetap berjalan ketat dan maksimal, meskipun saat ini masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sarana transportasi dan armada laut yang belum memadai.

Sebagai wilayah yang memiliki karakteristik geografis berupa ribuan pulau, garis pantai yang panjang, serta berbatasan langsung dengan negara tetangga, wilayah perairan Kepri menjadi salah satu jalur lintas yang paling sibuk sekaligus rawan terhadap berbagai pelanggaran keimigrasian. Jalur-jalur laut yang banyak, dermaga-dermaga kecil, serta perairan yang sempit maupun terbuka menjadi celah yang harus diawasi agar tidak disalahgunakan untuk penyelundupan manusia, perdagangan orang, maupun perlintasan tanpa dokumen resmi.

Kepala Kanwil Imigrasi Kepri Guntur S Hamonangan menyampaikan bahwa tantangan geografis ini menuntut tingkat kewaspadaan yang tinggi. Menurutnya, seketat apa pun aturan yang ada, tidak akan efektif jika pengawasan di lapangan lemah. Oleh karena itu, meskipun jumlah kapal atau perahu operasional yang dimiliki saat ini belum sebanding dengan luasnya wilayah yang harus dijaga, petugas di lapangan tetap diarahkan untuk mengoptimalkan segala sumber daya yang ada.

"Kami sadar betul bahwa untuk menjaga keamanan dan ketertiban di laut, patroli yang rutin dan merata adalah keharusan. Perairan dan kawasan kelautan memang harus dikawal dengan sangat ketat, tidak boleh ada kelonggaran sedikit pun. Kendala ketersediaan armada dan transportasi laut yang belum memadai tidak boleh dijadikan alasan untuk mengendurkan pengawasan," tegasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, saat ini strategi yang diterapkan adalah dengan memaksimalkan pola patroli terpadu, koordinasi erat dengan instansi terkait seperti TNI AL, Polisi Air, Bea Cukai, serta pemerintah daerah, dan memanfaatkan titik-titik pengawasan strategis. Petugas juga terus berupaya melakukan pemantauan berbasis informasi dan intelijen agar keberadaan armada yang terbatas dapat ditempatkan di lokasi yang paling berisiko.

Meskipun demikian, pihaknya tetap berharap agar keterbatasan sarana ini segera mendapatkan perhatian. Penambahan armada laut yang layak dan memadai dinilai sangat diperlukan agar jangkauan pengawasan bisa lebih luas, hingga ke pulau-pulau terluar dan perairan perbatasan yang sulit dijangkau, sehingga kedaulatan wilayah dan ketertiban keimigrasian di perbatasan laut Indonesia benar-benar terjamin sepenuhnya.(Gokkon)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi

Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak

Sidak Berulang, Kepastian Tak Kunjung Datang: Publik Pertanyakan Ketegasan Pemko dan DPRD Pekanbaru terhadap THM Bermasalah

Opini: Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Ditawar Demi Keberhasilan Program Prioritas Nasional

MS Law Firm Gugat Mantan Pimpinan KORPRI Departemen Kesehatan Provinsi Riau, Tuntut Pertanggungjawaban atas Nasib 2 Mantan Bawahan

Empat Hari Gangguan, Pelanggan Murka: Telkomsel dan IndiHome Diminta Bertanggung Jawab, Jangan Diam!

Aksi Besar Kembali Terjadi di Pekanbaru, Massa Desak Pemprov Riau Benahi Kisruh SPMB 2026

Diduga Hindari Konfirmasi Soal Gatotnya Program Ketahanan Pangan BUMDes Tameran Yang Telan Rp 219 Juta, Kades Blokir WhatsApp Awak Media

Batas Waktu 60 Hari, BASMI Riau Desak Bupati Meranti Tindaklanjuti Temuan BPK Senilai Rp 6,5 Miliar

Banyak Calon Siswa Belum Dapat Sekolah Negeri, GRIB Jaya Minta Plt Gubernur Riau Tambah Kuota SPMB

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top