SUNGAI PENUH – Dugaan praktik pungutan liar berkedok "uang bangku" kembali mencuat dalam proses penerimaan peserta didik baru di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Sungai Penuh, Jambi. Dugaan tersebut memicu keprihatinan publik karena dinilai bertentangan dengan semangat pemerataan akses pendidikan yang selama ini digaungkan pemerintah.
Berdasarkan pengakuan salah seorang calon siswa berinisial CAD, ia mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur prestasi dengan memilih salah satu SMA di Kota Sungai Penuh sebagai pilihan cadangan. Namun setelah dinyatakan tidak lolos seleksi, ia mengaku diarahkan untuk menempuh jalur di luar mekanisme resmi dengan syarat membayar uang sebesar Rp5 juta yang disebut sebagai "uang bangku".
«"Saya tidak lolos jalur prestasi dan tidak diterima di sekolah pilihan cadangan. Lalu saya diarahkan untuk masuk melalui jalur belakang dengan membayar Rp5 juta. Sekarang saya bingung harus sekolah di mana," ungkapnya, Senin (29/06/26).
Apabila informasi tersebut benar, praktik demikian bukan hanya mencederai prinsip keadilan dalam dunia pendidikan, tetapi juga berpotensi mengarah pada dugaan pungutan liar yang merugikan masyarakat, khususnya orang tua yang sedang berjuang menyekolahkan anaknya.
Fenomena dugaan "uang bangku" bukanlah isu baru. Setiap musim penerimaan siswa baru, persoalan serupa kerap menjadi keluhan masyarakat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB, khususnya di tingkat SMA yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi.
Ironisnya, di tengah komitmen pemerintah menjamin hak setiap warga negara memperoleh pendidikan yang layak, masih muncul dugaan praktik-praktik yang justru menjadi penghalang bagi peserta didik untuk mengakses pendidikan secara adil dan transparan.
Publik kini menantikan langkah cepat dari Gubernur Jambi dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk mengusut tuntas dugaan tersebut. Investigasi yang independen dan transparan dinilai penting agar tidak ada ruang bagi oknum yang memanfaatkan proses penerimaan siswa baru demi kepentingan pribadi.
Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah membuka kanal pengaduan yang mudah diakses serta memberikan perlindungan kepada para pelapor agar tidak takut menyampaikan dugaan penyimpangan yang mereka alami.
Hingga berita ini disusun, pihak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait guna memenuhi asas keberimbangan pemberitaan.***
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



