ROKAN HULU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau menggelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Tanggap Bencana (MTB) di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program RBP GCF Output 2 Provinsi Riau yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Desa Aliantan dipilih sebagai lokasi kegiatan mengingat wilayah tersebut termasuk salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap Karhutla di Kecamatan Kabun.
Sosialisasi diikuti oleh anggota MPA, MTB, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur terkait. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan sejak dini.
Materi disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas (PIPLPD) DLHK Provinsi Riau, M. Fuad, SH, bersama Dwi Yana, S.Hut selaku Penyuluh Lingkungan Hidup. Adapun materi yang diberikan meliputi penyebab dan dampak Karhutla, langkah-langkah pencegahan, teknik deteksi dini, penggunaan peralatan pemadaman, prosedur keselamatan personel, Maklumat Forkopimda Riau tentang pencegahan dan penanggulangan Karhutla, serta Maklumat Kapolda Riau Nomor: MAK/2/IV/2026 mengenai larangan membakar hutan dan lahan. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait koordinasi penanganan Karhutla di tingkat desa dan kecamatan.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan yang dipandu oleh Mashur, S.Hut selaku instruktur bersama Bhabinkamtibmas Desa Aliantan, Aipda Eddy S. Tampubolon. Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan teknik penggunaan pompa pemadam, penyusunan strategi pemadaman, komunikasi lapangan, hingga kerja sama tim dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui latihan tersebut, diharapkan masyarakat mampu melakukan respons awal secara cepat, aman, dan efektif sehingga potensi meluasnya kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, melalui M. Fuad, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap ancaman Karhutla.
"Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Riau melalui dukungan Program RBP GCF Output 2 dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan melalui peningkatan kapasitas, kolaborasi multipihak, dan penguatan kelembagaan masyarakat di tingkat desa," ujarnya.
DLHK Provinsi Riau berharap keberadaan MPA dan MTB semakin optimal sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian Karhutla. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian hutan dan lahan, melindungi lingkungan hidup, serta mengurangi risiko bencana asap yang berdampak terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Aliantan, Marisal, serta perwakilan Yayasan Penabulu sebagai mitra pendukung program. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, lembaga pendamping, dan masyarakat dalam mewujudkan upaya pencegahan Karhutla yang berkelanjutan di Provinsi Riau.
Di akhir kegiatan, DLHK Provinsi Riau mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.***
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



