PEKANBARU – Mencuatnya kembali dugaan penipuan berkedok proyek yang menyeret nama oknum anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Partai Hanura inisial "F" dinilai bukan lagi sekadar persoalan perdata antara dua pihak. Apabila benar terdapat rangkaian perbuatan yang menyebabkan masyarakat mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah maka persoalan tersebut menyangkut kredibilitas lembaga legislatif dan kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara, Senin (27/07/26).
Kasus yang disebut telah berlangsung sejak 2024 itu kembali menjadi sorotan setelah korban mengaku belum memperoleh penyelesaian maupun pengembalian dana yang sebelumnya dijanjikan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kepastian hukum serta keseriusan penyelesaian perkara yang melibatkan nama pejabat publik.
Ketua DPC GRIB Jaya Kota Pekanbaru, S. Hondro, menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh membiarkan persoalan seperti ini berlarut-larut apabila memang terdapat bukti dan unsur pidana yang dapat ditindaklanjuti.
"Jabatan bukan tameng hukum. Siapa pun yang diduga terlibat harus diperlakukan sama di hadapan hukum. Jangan sampai masyarakat beranggapan bahwa hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul terhadap mereka yang memiliki kekuasaan," tegas S. Hondro.
Menurutnya, apabila benar korban pernah mencabut laporan karena adanya janji penyelesaian secara kekeluargaan yang hingga kini belum terealisasi, maka fakta tersebut patut didalami secara menyeluruh oleh penyidik untuk mengetahui kronologi lengkap serta memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara tersebut.
Ia juga meminta aparat penegak hukum menelusuri seluruh alur komunikasi, transaksi, maupun pihak-pihak yang diduga mengetahui persoalan tersebut sehingga penanganannya dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti, bukan opini.
"Publik tidak sedang menuntut seseorang dinyatakan bersalah sebelum ada putusan pengadilan. Yang diminta masyarakat adalah proses hukum yang terbuka, profesional, dan tidak berhenti hanya karena ada nama pejabat yang disebut dalam dugaan tersebut," katanya.
GRIB Jaya Kota Pekanbaru juga mendorong lembaga kehormatan DPRD untuk mencermati persoalan ini apabila terdapat dugaan yang berkaitan dengan etika penyelenggara negara. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga marwah lembaga legislatif sekaligus memastikan kepercayaan masyarakat tetap terpelihara.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam perkara ini, termasuk anggota DPRD Kota Pekanbaru berinisial F maupun Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar, belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut.***
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



