PEKANBARU – Ratusan pedagang Sukaramai Trade Center (STC) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Pekanbaru, Senin (3/8/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan atas belum adanya kepastian hukum terkait pengelolaan STC yang dinilai telah berlarut-larut dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha para pedagang.
Dengan membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan, massa meminta Pemerintah Kota Pekanbaru dan DPRD Kota Pekanbaru tidak lagi membiarkan persoalan STC berlarut tanpa penyelesaian. Para pedagang menilai ketidakjelasan status pengelolaan pascaberakhirnya sebagian kerja sama Hak Guna Bangunan (HGB) telah menciptakan ketidakpastian yang mengancam keberlangsungan mata pencaharian ratusan pelaku usaha.
Dalam orasinya, para pedagang menegaskan bahwa mereka bukan meminta perlakuan istimewa, melainkan hak atas kepastian hukum dan perlindungan terhadap usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga mereka.
"Kami hanya ingin kepastian. Jangan sampai pedagang terus menjadi korban tarik-ulur kebijakan dan kepentingan. Pemerintah harus hadir memberikan solusi, bukan membiarkan kami hidup dalam ketidakpastian," teriak salah seorang orator di hadapan massa aksi.
Pedagang mendesak DPRD Kota Pekanbaru menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dengan segera memanggil Pemerintah Kota Pekanbaru beserta seluruh pihak terkait guna membuka secara transparan duduk persoalan yang sebenarnya. Mereka berharap lahir keputusan yang memberikan kepastian, bukan sekadar janji atau pembentukan forum tanpa hasil nyata.
Aksi yang mendapat pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP itu sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar Jalan Jenderal Sudirman akibat membludaknya peserta aksi yang memadati kawasan depan Gedung DPRD.
Sejumlah perwakilan pedagang kemudian diterima untuk melakukan audiensi dengan pimpinan dan anggota DPRD Kota Pekanbaru. Dalam pertemuan tersebut, para pedagang kembali menyampaikan aspirasi serta meminta adanya langkah konkret berupa penyelesaian yang memiliki kepastian hukum dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Persoalan STC dinilai tidak boleh terus berlarut karena menyangkut keberlangsungan ekonomi ratusan pedagang kecil dan keluarganya. Semakin lama penyelesaian ditunda, semakin besar pula kerugian yang harus ditanggung para pelaku usaha.
Hingga berita ini diturunkan, proses audiensi masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan resmi. Para pedagang berharap DPRD Kota Pekanbaru tidak berhenti pada sebatas menerima aspirasi, tetapi mampu mendorong lahirnya kebijakan yang adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pedagang STC.***
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



