PEKANBARU — Kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru kembali menjadi sorotan. Dalam sejumlah rapat paripurna, masih terlihat kursi anggota legislatif yang kosong meskipun agenda persidangan tetap berlangsung dan memenuhi ketentuan kuorum.
Kondisi tersebut kembali terlihat dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan ke-1 DPRD Kota Pekanbaru Tahun Sidang 2026/2027, Senin (28/9/2026).
Rapat paripurna tersebut membahas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Pekanbaru terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2026.
Meski rapat dinyatakan memenuhi kuorum dan dapat dilanjutkan, sejumlah kursi anggota DPRD terlihat kosong sepanjang pelaksanaan rapat. Kondisi ini kembali memunculkan perhatian terhadap tingkat kehadiran dan kedisiplinan anggota legislatif dalam menjalankan tugas kedewanan.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal, tidak menampik masih terdapat anggota DPRD yang tidak hadir dalam rapat paripurna.
Menurut Nofrizal, persoalan kehadiran dan kedisiplinan anggota DPRD telah menjadi bagian dari evaluasi Badan Kehormatan dalam kurun waktu sekitar dua tahun terakhir.
"Untuk rapat paripurna, sejauh ini sudah berjalan. Namun, ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan. Pertama, tingkat kehadiran dan kedisiplinan anggota," jelas Nofrizal.
Ia mengatakan, persoalan kehadiran bukan hanya menyangkut ada atau tidaknya anggota dalam ruang rapat. Dalam beberapa kondisi, terdapat anggota yang tercatat hadir, tetapi kehadirannya saat rapat berlangsung tidak sepenuhnya sesuai dengan jadwal.
"Mungkin ada kegiatan lain, namun hal ini tetap kita tegaskan harus sesuai dengan fisik dan absensi yang sudah kita sampaikan," katanya.
Nofrizal menegaskan, Badan Kehormatan terus melakukan evaluasi terhadap tingkat kehadiran anggota DPRD. Evaluasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan rapat paripurna dapat berjalan sesuai tata tertib dan tanggung jawab kelembagaan.
"Kita terus melakukan evaluasi untuk tingkat kehadiran. Jangan sampai ada rapat paripurna yang tidak memenuhi kuorum," tegasnya.
Selain persoalan kehadiran, Nofrizal juga menyoroti ketepatan waktu pelaksanaan rapat. Menurutnya, jadwal rapat yang tidak selalu berjalan tepat waktu masih menjadi salah satu persoalan yang perlu dibenahi.
"Namun, yang paling sering menjadi persoalan adalah jadwal yang tidak selalu tepat. Ini yang masih perlu kita tingkatkan," ujarnya.
Pemandangan sejumlah kursi kosong dalam rapat paripurna menjadi perhatian tersendiri karena rapat tersebut berkaitan dengan pembahasan P-APBD Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2026.
Agenda pembahasan anggaran daerah merupakan salah satu bagian penting dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah karena berkaitan dengan arah kebijakan dan penggunaan anggaran untuk kepentingan masyarakat.
Karena itu, tingkat kehadiran anggota DPRD menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan fungsi representasi, pembahasan anggaran, legislasi, dan pengawasan dapat dijalankan secara optimal.
Meskipun rapat paripurna pada Senin (28/9/2026) tetap berlangsung karena memenuhi kuorum, sorotan terhadap kursi-kursi kosong tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah terkait kedisiplinan dan kehadiran anggota DPRD Pekanbaru.***
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas
Karhutla Tak Kunjung Usai, LSM Rajawali Merah Putih Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional



