JAKARTA – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto tetap dipercaya menduduki jabatannya setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Posisi Agus Andrianto sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak termasuk dalam jajaran menteri yang diganti dalam reshuffle kali ini. Dalam pelantikan di Istana Negara, Presiden Prabowo melantik sejumlah menteri dan wakil menteri baru.
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena pada waktu yang hampir bersamaan, Kementerian Imipas tengah menghadapi sorotan publik menyusul mencuatnya temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.
Di tengah polemik tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengundurkan diri dari jabatannya.
Surat pengunduran diri Mashudi diterima langsung oleh Menteri Imipas Agus Andrianto pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kemenimipas, Akbar Hadi, menyampaikan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban moral Mashudi atas peristiwa yang terjadi di Lapas Kelas IIA Cibinong.
Pengunduran diri Dirjenpas tersebut terjadi setelah temuan mengenai fasilitas mewah di dalam Lapas Cibinong menjadi perhatian publik dan turut mendapat sorotan dari Ombudsman.
Sebelumnya, Menteri Imipas Agus Andrianto juga disebut melakukan pengusutan terhadap temuan tersebut dan menyatakan bahwa sanksi tegas akan diberikan apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran.
Kemenimipas juga memastikan mundurnya Mashudi tidak menghentikan pelayanan maupun pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Seluruh jajaran tetap bekerja sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku, sementara pelayanan kepada masyarakat disebut tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Tetapnya Agus Andrianto di posisi Menteri Imipas membuat perhatian publik selanjutnya tertuju pada langkah pembenahan di internal kementerian, khususnya jajaran pemasyarakatan.*jhn
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



