SuaraHebat.com - PEKANBARU | Gubernur Riau Abdul Wahid resmi melantik Syahrial Abdi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau pada malam hari. Namun, proses seleksi yang dinilai kurang transparan serta keputusan yang cepat memunculkan berbagai tanggapan kritis, khususnya dari kalangan mahasiswa.
Diketahui, dari lima nama calon Sekda yang mengikuti seleksi, yakni M. Taufiq, Syahrial Abdi, Erisman Yahya, Jafrinaldi, dan Yusfa Hendri, panitia akhirnya mengerucutkan menjadi tiga besar: Syahrial Abdi, Yusfa Hendri, dan Jafrinaldi. Pemerintah pusat kemudian menetapkan Syahrial Abdi sebagai Sekda definitif Provinsi Riau.
Demisioner Ketua Umum DPM Unilak Pekanbaru 2023–2024, Amal Duha, mengaku sama sekali tidak mengenal sosok Sekda baru tersebut. Padahal, kabarnya Syahrial Abdi sudah lama berkecimpung di dunia birokrasi.
“Apakah karena beliau jarang sekali berkunjung ke kampus-kampus di Pekanbaru, atau memang tidak pernah membuka ruang dialog dengan mahasiswa? Ini jadi tanda tanya besar,” ujarnya.
Amal berharap agar pejabat baru ini tidak menunggu mahasiswa turun ke jalan untuk membuka ruang diskusi. “Sekda harus lebih dekat dengan aktivis pergerakan mahasiswa dan organisasi kampus. Jangan sampai harus demo dulu baru ada dialog. Itu sama saja menandakan pejabat memang ingin berjarak dari kritik mahasiswa,” tambahnya.
Senada, Sofyan, aktivis UIN Suska Riau, menegaskan bahwa pejabat publik wajib membuka ruang dialog dengan mahasiswa. “Pejabat itu pelayan masyarakat. Mereka harus sering mendengar masukan mahasiswa, bukan malah menghindar,” katanya.
Hal serupa disampaikan Fadli Kurnia, mahasiswa Universitas Riau (Unri). Ia menyinggung aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Gubernur Riau yang berakhir ricuh hingga pagar kantor roboh.
“Waktu itu kami menolak ditemui PJ Sekda M. Job, karena kami tidak mengenalnya. Kalau pejabat mau sering berdialog dengan mahasiswa, demo besar tidak perlu terjadi. Cukup perwakilan datang, masalah bisa selesai,” jelas Fadli.
Sementara itu, Andri, aktivis Universitas Islam Riau (UIR), menyampaikan kekecewaannya. “Kami sudah jengkel dengan pejabat yang sombong dan anti kritik. Rasanya ingin demo setiap hari. Pejabat jangan tuli dan buta terhadap aspirasi rakyat,” tegasnya.
Para aktivis kampus berharap pejabat Pemprov Riau, khususnya Sekda baru, dapat membuka ruang dialog rutin dengan mahasiswa, bahkan bila perlu setiap bulan. Menurut mereka, hal ini penting untuk mencegah demonstrasi besar-besaran yang bisa berujung anarkis serta merusak fasilitas umum.
“Kalau aspirasi mahasiswa ditampung lewat diskusi, permasalahan bisa diselesaikan dengan musyawarah, bukan jalanan,” pungkas Andri.***(SHI GROUP)
Penulis : Ptr
Editor : Das
Temuan Pelanggaran Lengkap, HW Live House Kembali Bebas Beroperasi: Publik Curiga Pembiaran
Omzet Fantastis Capai Rp1 Miliar/Malam, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Jadi Sorotan — Ancaman Serius Kamtibmas di Pekanbaru
Tekanan Publik Memuncak! Izin HGU hingga Status Kawasan Hutan PT Tumpuan Mandau Dipertanyakan
Perintah Presiden Prabowo Seolah Tak Digubris, Mafia Perkebunan Sawit Lebih Berkuasa ?
KPK Kepung Elite DPRD Riau, Dua Pimpinan Diduga Terseret Skema Permainan Anggaran
Skandal Rokok Ilegal Pekanbaru: Rp 399 Miliar Disita, Tersangka Tak Ada
Pengurus GRIB JAYA Riau Sambut Terpilihnya Martin Purba dalam Acara Buka Bersama
Aroma Main Mata di Balik KSO PT APN: Korporasi Bermasalah Bangkit Lagi, Siapa Bermain?
Forkopimda Diduga Dilecehkan, Eks PT. DMMP Kembali Berebut Kelola: Negara Konsisten atau Kompromi?
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Polemik HW Live House, GRIB Jaya Soroti Dugaan Setor Pajak Tak Sesuai Selama 3 Tahun
Lapas Pekanbaru Resmi Buka Porsenap 2026, Ajang Sportivitas dan Kreativitas Warga Binaan
APRESIASI KINERJA PEGAWAI, LAPAS BANGKINANG GELAR PENYEMATAN KENAIKAN PANGKAT 28 PEGAWAI
Lapas Narkotika Rumbai Bersinergitas Dengan Pihak Bareskrim Polri Dalam Pengungkapan Kasus Peredaran Narkotika
