Suarahebat.Com - Pekanbaru | Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Media Nusantara (PMMN), S.Hondro, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, mengeluarkan pernyataan tegas terkait maraknya praktik pemberitaan yang tidak mengindahkan prinsip-prinsip jurnalistik di sejumlah media daring.
S.Hondro menyoroti dengan keras banyaknya media yang menyajikan berita tanpa bukti, tanpa konfirmasi, dan cenderung hanya mengandalkan informasi mentah atau salinan dari media lain. "Ini sudah sangat mengkhawatirkan. Banyak media saat ini tidak lagi menjalankan fungsi jurnalistik secara benar. Bahkan metode dasar seperti 5W1H saja tidak diterapkan," ungkapnya geram.
Pernyataan itu muncul menyusul munculnya pemberitaan yang menyudutkan salah satu advokat ternama di Pekanbaru, DR. M. Martin Purba, SH., MH., yang dituding terlibat sebagai mafia perambah hutan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). S.Hondro mengecam keras pemberitaan tersebut karena dinilai tidak melalui proses klarifikasi dan tidak berimbang.
"Memberitakan seseorang terlibat dalam kejahatan lingkungan tanpa konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan adalah pelanggaran serius terhadap Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Ini bisa berdampak buruk terhadap nama baik dan reputasi seseorang," tambahnya.
S.Hondro juga menyayangkan budaya "copy-paste" yang masih marak di kalangan media online. Ia menekankan bahwa akurasi, keberimbangan, dan klarifikasi harus menjadi standar utama dalam setiap pemberitaan.
“Kita berharap ke depan seluruh media online dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, bertanggung jawab, dan taat hukum. Jangan sampai kebebasan pers justru disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah dan hoaks,” tegasnya.
S.Hondro juga mengimbau Dewan Pers dan organisasi media untuk lebih aktif mengawasi dan memberikan pembinaan terhadap media-media yang terbukti melanggar etika jurnalistik.***(Red/Al)
Editor : Ptr
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



