suarahebat.com, Jakarta -- PT Pertamina Patra Niaga membeberkan alasan di balik diluncurkannya produk Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru khusus segmen industri, yakni Biosolar Performance.
VP Business Development & Subsidiary PT Pertamina Patra Niaga Sigit Setiyawan menjelaskan, produk ini merupakan bagian dari portofolio BBM Biosolar atau B40 yang telah mulai digunakan oleh konsumen industri.
"Jadi Biosolar Performance ini adalah salah satu produk BBM Biosolar atau B40 yang saat ini sudah digunakan di kalangan konsumen industri. Tentunya dengan fitur-fitur tambahan yang kami tambahkan di produk tersebut," kata Sigit dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Ia lantas menjelaskan bahwa jika ditarik ke belakang, Indonesia sejatinya telah hampir 17 tahun menerapkan kebijakan pencampuran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) ke dalam bahan bakar Solar.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong kemandirian energi, yang dimulai sejak 2008 melalui penerapan kewajiban pencampuran FAME pada solar dengan porsi awal yang masih sangat kecil, yakni B2,5.
"Terus kemudian lanjut naik B10, B20, B30, B35, dan awal tahun ini sudah mandatory menjadi B40," katanya.
Saat ini pemerintah juga sedang mendiskusikan untuk peluang bisa menaikkan menjadi B50 di tahun depan. Adapun, berkat program ini, Indonesia mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Kita Indonesia sudah mencapai kemandirian di sisi Solar ya dengan adanya kehadiran Biosolar ini," Kata Sigit.
Meski demikian, jika dilihat dari karakteristiknya, FAME yang dicampurkan ke dalam Solar memiliki perbedaan dibandingkan solar murni yang dihasilkan langsung melalui proses produksi di kilang.
"Karakteristik FAME memang kita bisa melihat memang FAME ini secara sifat ini higroskopis gitu ya, jadi lebih mudah menyerap menyerap air dibandingkan Solar murni," ujarnya.
Seiring dengan karakteristik produk tersebut, terdapat potensi meningkatnya kandungan air yang dapat muncul mulai dari sisi pasokan, penyimpanan, hingga saat digunakan pada mesin kendaraan.
"Dan dari FAME sendiri juga ada ada salah satu material yaitu monogliserid, ini memang salah satu sisa residual yang memang tidak bisa kita hindarkan selama proses esterifikasi untuk membuat FAME ini," tambahnya.
Sementara, keberadaan air yang bercampur dengan BBM dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan timbulnya bakteri, sehingga konsumen industri menghadapi tantangan dalam pengoperasian mesin mereka saat menggunakan B40.
Dengan adanya kandungan air, konsumen perlu secara berkala melakukan proses drain untuk menghilangkan air agar kualitas BBM tetap terjaga dan dapat digunakan secara optimal.
Ia pun menyadari pemerintah memiliki program yang sangat baik dalam mendorong kemandirian energi nasional. Namun, di sisi lain masih terdapat sejumlah tantangan teknis yang perlu diselesaikan.
"Di satu sisi kita Indonesia, pemerintah itu punya program yang sangat baik kemandirian energi. Tetapi ada hal-hal teknis yang tentunya bisa kita pecahkan di sini. Nah berdasarkan kondisi tersebut, tentunya kita diskusi dengan konsumen, teman-teman di product development juga terus berupaya berinovasi. Jadi dalam beberapa tahun terakhir ini kami terus melakukan penelitian, research," tuturnya.
"Sehingga dengan kendala tersebut, nantinya kami Pertamina Patra Niaga khususnya yang men-deliver energi ini bisa menghadirkan produk yang lebih andal. Nah terkait dengan hal tersebut, makanya pada siang hari ini kita menghadirkan Biosolar Performance," ujarnya.
"Apa bedanya dengan B40 seperti biasa gitu ya? Jadi dengan keluhan-keluhan tadi, kami telah memformulasikan suatu aditif memang yang khusus secara package di mana aditif-aditif ini mempunyai kemampuan untuk bisa membersihkan deposit yang ada. Jadi dia punya punya fungsi detergency untuk membersihkan deposit-deposit yang ada di injektor. Karena memang Solar ini kan memang digunakan di mesin-mesin diesel," jelasnya.
"Pada saat kami men-develop produk ini, waktu yang kami butuhkan ini juga kami pastikan juga tidak singkat gitu ya. Kenapa tidak singkat? Karena kami harus memastikan proses development ini berjalan dengan baik. Kenapa berjalan dengan baik? Karena bisa kita lihat dari history timeline. Pergerakan dari B2,5, B10, B20, B30, B40 ini semakin ke sini semakin cepat, sehingga kita sudah selesai pada hampir di ujung develop suatu produk, ternyata ada kebijakan yang berubah," bebernya.
"Yang awalnya B20 naik lagi B30. B30 naik lagi B40. Nah ini yang kami terus adjust. Tapi kesempatannya ini siang hari ini sangat baik sekali gitu ya, karena sebelum B50 tahun depan di-launch oleh pemerintah, jadi kita ingin memberikan apa ya, memberikan informasi yang baik kepada konsumen industri bahwa ini kita Pertamina sudah bisa menghadirkan solusi atas keluhan yang ada. Dan tentunya atas penelitian ini juga sudah kami konfirmasi dengan beberapa dengan beberapa penelitian, pengujian di Lemigas," tandasnya.
Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak
Sidak Berulang, Kepastian Tak Kunjung Datang: Publik Pertanyakan Ketegasan Pemko dan DPRD Pekanbaru terhadap THM Bermasalah
Opini: Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Ditawar Demi Keberhasilan Program Prioritas Nasional
MS Law Firm Gugat Mantan Pimpinan KORPRI Departemen Kesehatan Provinsi Riau, Tuntut Pertanggungjawaban atas Nasib 2 Mantan Bawahan
Empat Hari Gangguan, Pelanggan Murka: Telkomsel dan IndiHome Diminta Bertanggung Jawab, Jangan Diam!
Aksi Besar Kembali Terjadi di Pekanbaru, Massa Desak Pemprov Riau Benahi Kisruh SPMB 2026
Diduga Hindari Konfirmasi Soal Gatotnya Program Ketahanan Pangan BUMDes Tameran Yang Telan Rp 219 Juta, Kades Blokir WhatsApp Awak Media
Batas Waktu 60 Hari, BASMI Riau Desak Bupati Meranti Tindaklanjuti Temuan BPK Senilai Rp 6,5 Miliar
Banyak Calon Siswa Belum Dapat Sekolah Negeri, GRIB Jaya Minta Plt Gubernur Riau Tambah Kuota SPMB
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Perkuat Peran Perempuan, Srikandi GRIB Jaya Pekanbaru Gelar Konsolidasi dan Aksi Sosial Dihadiri DPD dan DPC GRIB Jaya
DLHK Provinsi Riau Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Karhutla Melalui Sosialisasi dan Simulasi di Desa Aliantan
Gugatan F. Zega Ditolak Pengadilan, PKMNR Tegaskan Legalitas Organisasi dan Siapkan Langkah Hukum atas Dugaan Fitnah
Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi

