suarahebat.com, Bangka Tengah - Terkait dugaan kegiatan penambangan timah ilegal lahan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) kawasam IUP PT Timah Tbk baru-baru ini. Polres Bangka Tengah berhasil menangkap empat orang yang sedang kerja menambang di lahan Pemda pada malam hari, pada Rabu (21/1/2026) malam.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan 4 orang terduga pelaku yang kemudian telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial IR, MW, SR, dan DW serta berhasil mengamanka sejumlah barang bukti berupa peralatan tambang.
Hasil pemeriksaan, keempat pekerja yang diamankan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan keterangan tersangka, diketahui bahwa pemilik tambang berinisial AC dan kuasa lapangan berinisial FR, yang saat penertiban tidak berada di lokasi, " terang Iptu Amirham selaku Plt. Kasi Humas Polres Bangka Tengah.
Akhirnya, Polres Bangka Tengah sudah melakukan pemanggilan terhadap pemilik Tambang ilegal di lahan Pemda Bateng di kawasan IUP PT Timah Tbk.
Kapolres Bangka Tengah, AKBP. Dr. I. Gede Nyoman Bratasena mengatakan bahwa pengusaha tambang Acing sudah di panggil Polres Bateng untuk pemeriksaan awal.
"Acing sudah dipanggil untuk pemeriksaan awal, pak, " kata Kapolres Bateng AKBP. Dr. I. Gede Nyoman Bratasena, Rabu (28/1/2026).
Dikatakan Kapolres bahwa saat ini masih proses pemeriksaan dan melengkapi alat bukti. Nanti, lanjut Kapolres akan kami informasikan kembali.
Salah satu warga Koba, Aam (51) minta Polisi dapat mengungkap kasus ini dengan selesai dan tuntas. "Jangan hanya para pekerja saja yang di tangkap, sedangkan pemilik tambang dibiarkan lolos, " ujarnya.
"Penegakkan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Semua warga sama dimata hukum tanpa pengecualian, " tegasnya.
Apalagi nanti seandainya AC sebagai pemilik tambang terbukti melakukan aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) sudah jelas sanksinya.
Sebelumnya, diketahui bahwa aktivitas penambangan di lahan Pemda Bangka Tengah kawasan IUP PT Timah Tbk sesuai SPK sudah berakhir Desember 2025 yang lalu namun pada kenyataanya sampai waktu ditangkapnya 4 orang yang sedang bekerja di lahan Pemda Bateng pada 21 Januari 2026 masih bekerja. (Ndi).
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



