PEKANBARU -- Jagat media sosial di Pekanbaru diguncang beredarnya video berdurasi 28 detik yang diduga memperlihatkan pesta waria di salah satu tempat hiburan malam (THM). Video tersebut memicu gelombang reaksi publik, mulai dari keprihatinan hingga kemarahan, karena dinilai tidak sejalan dengan nilai budaya dan religiusitas masyarakat setempat.
Dalam Video itu diunggah oleh akun TikTok @welia398, tampak sejumlah individu berpesta di dalam ruangan hiburan malam dengan iringan musik dan penampilan yang menyerupai ajang penghargaan. Terlihat pula seseorang membawa piala dan bunga yang kemudian diberikan kepada peserta lain, sehingga memunculkan dugaan adanya kegiatan semacam pemilihan atau penganugerahan tertentu.
Peristiwa ini menuai sorotan tajam dari pimpinan DPRD Kota Pekanbaru. Wakil Ketua DPRD, Andry Saputra, menyampaikan kecaman keras atas dugaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kejadian itu dinilai bertentangan dengan nilai adat Melayu dan norma agama yang selama ini menjadi identitas masyarakat daerah. Ia menegaskan mayoritas masyarakat Pekanbaru dikenal menjunjung tinggi nilai agama dan budaya lokal.
Dalam pernyataannya, Andry juga menyebut sebagian masyarakat mengaitkan fenomena tersebut dengan kisah moral dalam ajaran agama tentang kaum Nabi Luth. Ia menekankan pentingnya menjaga moralitas sosial agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Kita tidak ingin perbuatan segelintir pihak berdampak pada citra masyarakat Pekanbaru secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polresta Pekanbaru, untuk segera mengusut kebenaran video tersebut dan menindak jika ditemukan pelanggaran hukum.
Selain itu, ia meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan evaluasi ketat terhadap operasional tempat hiburan malam. Jika terbukti terjadi pelanggaran, ia mendorong pencabutan izin usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
Politisi dari Partai Gerindra tersebut menegaskan DPRD akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap aktivitas tempat hiburan malam agar tidak bertentangan dengan aturan, norma sosial, serta perizinan yang berlaku.
Sebelumnya, video yang beredar luas di media sosial tersebut diunggah oleh akun TikTok dan memicu beragam reaksi warganet. Dalam narasi video, terdapat ungkapan keprihatinan terhadap kondisi moral generasi saat ini.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pengelola tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi kejadian.*
Aroma Main Mata di Balik KSO PT APN: Korporasi Bermasalah Bangkit Lagi, Siapa Bermain?
Forkopimda Diduga Dilecehkan, Eks PT. DMMP Kembali Berebut Kelola: Negara Konsisten atau Kompromi?
Diduga Tetap Panen di Lahan Sitaan Satgas PKH, PT DMMP Dinilai Menantang Hukum dan Abaikan Perpres 5 Tahun 2025
YSAR Laporkan Dugaan Perkebunan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan Ke Kejati Riau, Desak Penindakan Tegas PT DMMP
Kejagung Tegaskan Rp11,8 Triliun dari Wilmar Bukan Dana Jaminan, tapi Barang Bukti Korupsi CPO
Wilmar Buka Suara Usai Kejagung Sita Rp 11,8 T di Kasus Minyak Goreng
Ribuan Warga Australia Menanti Dievakuasi dari Iran-Israel
Ribuan Massa AMMP Kepung Kantor Gubernur Riau, Tolak Relokasi Kawasan TNTN
Truk ODOL Bandel Masih Berkeliaran di Pekanbaru, Dishub dan Polda Riau Beri Peringatan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Komisi II DPRD Kepulauan Meranti Tegaskan Penolakan Wacana Kenaikan Tarif Ferry, Hearing Digelar Transparan
Usai Terima SK Dari H. Hercules Rozario Marshal, Dr. Martin Purba Langsung Satukan Kader GRIB Jaya Riau
Wujudkan Kepedulian Sesama Makhluk Hidup, GEMA Sadhana Riau Sambangi Pusat Konservasi Gajah Minas
Memaknai Langkah Berani Prabowo Redakan Perang
