PEKANBARU – Polemik aktivitas gudang Ekspedisi Elisa milik Sitohang di wilayah Kecamatan Payung Sekaki kembali memicu kemarahan warga. Meski sebelumnya telah menjadi sorotan pemberitaan dan mendapat imbauan dari pihak kecamatan serta instansi terkait, armada truk bertonase besar milik perusahaan tersebut diduga masih bebas keluar masuk melalui jalan lingkungan masyarakat.
Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, kendaraan ekspedisi dengan kapasitas muatan besar terlihat kembali melakukan aktivitas bongkar muat di dalam gudang. Aktivitas tersebut dinilai melanggar kesepakatan dan imbauan pemerintah setempat yang sebelumnya meminta agar kendaraan berat tidak melintas di jalan permukiman warga.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dari instansi berwenang, khususnya Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru. Pasalnya, meski larangan telah disampaikan, praktik penggunaan jalan lingkungan oleh truk bertonase besar tetap terjadi.
Sumber di lapangan menyebutkan bahwa seluruh perusahaan yang menggunakan kendaraan berat sebenarnya telah mendapat imbauan dari pihak kecamatan agar mematuhi aturan penggunaan jalan. Namun, gudang ekspedisi Elisa milik Sitohang disebut-sebut menjadi satu-satunya yang diduga tidak mengindahkan imbauan tersebut.
Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRL) Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Octa Nahuway, SH, saat dikonfirmasi mengaku telah turun langsung ke lokasi bersama anggotanya.
“Saya sudah ke sana bersama anggota. Bahkan dua jam berada di lokasi tidak ada aktivitas,” ujarnya.
Ia juga mengaku telah memberikan arahan kepada pihak gudang agar tidak beroperasi pada jam aktivitas masyarakat serta membatasi kendaraan dengan muatan berat.
Namun pernyataan tersebut dinilai bertolak belakang dengan fakta di lapangan yang kembali menunjukkan aktivitas kendaraan besar di area gudang tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Maskur Tarmizi, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan meski telah dimintai konfirmasi. Sikap diam tersebut memicu spekulasi publik mengenai lemahnya pengawasan atau bahkan dugaan pembiaran terhadap pelanggaran yang terjadi.
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Jalan lingkungan yang kini dilintasi truk ekspedisi tersebut baru saja diperbaiki dan diaspal setelah sebelumnya lama mengalami kerusakan.
Warga khawatir jalan tersebut kembali rusak akibat beban kendaraan berat yang melintas setiap hari.
“Jalan ini sudah lama rusak dan baru saja diaspal untuk dinikmati masyarakat. Kalau truk besar terus lewat, mana tahan jalan ini, sebentar saja bisa rusak lagi,” ujar salah seorang warga dengan nada geram, Kamis (05/03/2026).
Sebelumnya, masyarakat bersama pihak kecamatan, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dan Forkopimcam Payung Sekaki bahkan telah memasang portal sebagai pembatas agar kendaraan bertonase besar tidak melintas di jalan tersebut.
Namun, menurut informasi yang dihimpun, truk ekspedisi diduga tetap mencari celah dengan melintas melalui Jalan Fajar untuk masuk ke area gudang.
Diduga Tak Kooperatif, Tim Media Diusir
Ketegangan juga sempat terjadi ketika tim media mencoba meminta konfirmasi langsung ke pihak gudang ekspedisi. Alih-alih mendapat penjelasan, kepala gudang justru mengusir wartawan yang datang untuk menjalankan tugas jurnalistik.
Sikap tersebut dinilai arogan dan tidak mencerminkan itikad baik dari pihak perusahaan dalam menyelesaikan persoalan dengan masyarakat.
Camat Payung Sekaki, Yurikha Herian Danni, S.STP., M.Si, membenarkan bahwa pihak kecamatan telah memberikan imbauan kepada seluruh pelaku usaha agar memperhatikan penggunaan jalan lingkungan.
Menurutnya, jika masih ada pihak yang melanggar, penindakan akan menjadi kewenangan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan kepolisian.
“Kami sudah memberikan imbauan kepada seluruh pelaku usaha agar saling menjaga penggunaan jalan. Jika masih ada yang tidak mengindahkan, tentu akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait,” ujarnya.
Ia juga berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga kondisi jalan yang baru saja diperbaiki agar tidak kembali mengalami kerusakan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas gudang ekspedisi tersebut masih menjadi sorotan publik dan menunggu langkah nyata dari pihak berwenang dalam menegakkan aturan serta melindungi kepentingan masyarakat.***
Temuan Pelanggaran Lengkap, HW Live House Kembali Bebas Beroperasi: Publik Curiga Pembiaran
Omzet Fantastis Capai Rp1 Miliar/Malam, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Jadi Sorotan — Ancaman Serius Kamtibmas di Pekanbaru
Tekanan Publik Memuncak! Izin HGU hingga Status Kawasan Hutan PT Tumpuan Mandau Dipertanyakan
Perintah Presiden Prabowo Seolah Tak Digubris, Mafia Perkebunan Sawit Lebih Berkuasa ?
KPK Kepung Elite DPRD Riau, Dua Pimpinan Diduga Terseret Skema Permainan Anggaran
Skandal Rokok Ilegal Pekanbaru: Rp 399 Miliar Disita, Tersangka Tak Ada
Pengurus GRIB JAYA Riau Sambut Terpilihnya Martin Purba dalam Acara Buka Bersama
Aroma Main Mata di Balik KSO PT APN: Korporasi Bermasalah Bangkit Lagi, Siapa Bermain?
Forkopimda Diduga Dilecehkan, Eks PT. DMMP Kembali Berebut Kelola: Negara Konsisten atau Kompromi?
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Polemik HW Live House, GRIB Jaya Soroti Dugaan Setor Pajak Tak Sesuai Selama 3 Tahun
Lapas Pekanbaru Resmi Buka Porsenap 2026, Ajang Sportivitas dan Kreativitas Warga Binaan
APRESIASI KINERJA PEGAWAI, LAPAS BANGKINANG GELAR PENYEMATAN KENAIKAN PANGKAT 28 PEGAWAI
Lapas Narkotika Rumbai Bersinergitas Dengan Pihak Bareskrim Polri Dalam Pengungkapan Kasus Peredaran Narkotika
