JAKARTA -- Usai viral dan masifnya polemik KSO yang dinilai menyimpang karena Kebun Sitaan Kembali ke Pemilik Lama, Kabar terbaru dari lingkaran kekuasaan menyebutkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tetap menerima pertemuan dengan Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Kusdi Sastro Kidjan (SE, MM), di Hambalang. Namun, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana tegang.
Sumber internal menyebutkan, Presiden Prabowo menunjukkan kemarahan serius terhadap sejumlah kebijakan strategis yang diambil Wadirut Agrinas, khususnya dalam penanganan dan pengelolaan kebun sawit sitaan negara, Sabtu (14/03/26).
Bahkan, menurut sumber tersebut, Wadirut Agrinas terlihat terkejut dan sempat memutar kepala saat Presiden secara langsung menyampaikan ketidakpuasannya terhadap arah kebijakan perusahaan BUMN tersebut.
Kemarahan Presiden disebut dipicu oleh temuan bahwa sejumlah skema Kerja Sama Operasi (KSO) di berbagai wilayah justru mengembalikan penguasaan kebun sawit kepada pihak-pihak lama, hanya berganti nama perusahaan.
Praktik ini dinilai mencederai semangat penyitaan aset negara, karena negara seolah hanya menjadi perantara, sementara oligarki tetap menguasai sumber daya strategis.
“Ini bukan reformasi tata kelola, tapi perpetuasi kekuasaan lama dengan wajah baru,” ujar sumber internal tersebut.
Presiden juga dikabarkan menyoroti kebijakan ketat Agrinas dalam proses KSO, terutama kewajiban Bank Garansi. Skema ini dinilai tidak berpihak pada kelompok tani dan koperasi masyarakat tempatan, yang secara faktual tidak memiliki akses permodalan sebesar korporasi besar.
Akibatnya, rakyat daerah tersingkir, sementara peluang pengelolaan kebun sitaan kembali dikuasai pemodal besar.
Padahal, kebun sawit ilegal yang disita negara seharusnya menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan rakyat, mulai dari penguatan ekonomi daerah hingga dukungan pembiayaan sektor kesehatan dan pelayanan publik.
Namun, kebijakan yang dijalankan Agrinas justru dinilai menjauh dari tujuan tersebut, dan lebih menguntungkan oligarki ketimbang masyarakat lokal.
Sumber internal itu menegaskan bahwa arah kebijakan Agrinas dinilai bertentangan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait kedaulatan ekonomi nasional, keadilan sosial, dan keberpihakan pada rakyat kecil.
Presiden disebut tidak ingin kebun sitaan negara berubah menjadi ladang bisnis baru bagi oligarki, dengan dalih legalitas dan skema korporasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Agrinas Palma Nusantara belum memberikan pernyataan resmi terkait evaluasi Presiden maupun kritik atas kebijakan KSO yang menjadi sorotan.
Disamping itu, perombakan signifikan juga terjadi di tubuh Dewan Direksi PT APN. Jabatan Direktur Utama yang sebelumnya dipegang oleh Agus Sutomo, kini dijabat oleh Mohammad Abdul Ghani.***
Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak
Sidak Berulang, Kepastian Tak Kunjung Datang: Publik Pertanyakan Ketegasan Pemko dan DPRD Pekanbaru terhadap THM Bermasalah
Opini: Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Ditawar Demi Keberhasilan Program Prioritas Nasional
MS Law Firm Gugat Mantan Pimpinan KORPRI Departemen Kesehatan Provinsi Riau, Tuntut Pertanggungjawaban atas Nasib 2 Mantan Bawahan
Empat Hari Gangguan, Pelanggan Murka: Telkomsel dan IndiHome Diminta Bertanggung Jawab, Jangan Diam!
Aksi Besar Kembali Terjadi di Pekanbaru, Massa Desak Pemprov Riau Benahi Kisruh SPMB 2026
Diduga Hindari Konfirmasi Soal Gatotnya Program Ketahanan Pangan BUMDes Tameran Yang Telan Rp 219 Juta, Kades Blokir WhatsApp Awak Media
Batas Waktu 60 Hari, BASMI Riau Desak Bupati Meranti Tindaklanjuti Temuan BPK Senilai Rp 6,5 Miliar
Banyak Calon Siswa Belum Dapat Sekolah Negeri, GRIB Jaya Minta Plt Gubernur Riau Tambah Kuota SPMB
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
DLHK Provinsi Riau Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Karhutla Melalui Sosialisasi dan Simulasi di Desa Aliantan
Gugatan F. Zega Ditolak Pengadilan, PKMNR Tegaskan Legalitas Organisasi dan Siapkan Langkah Hukum atas Dugaan Fitnah
Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi
Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak

