Pekanbaru, || Suarahebat.com_-Tim Khusus lakukan investigasi terkait Pemberitaan dibeberapa Media yang menyatakan aktivitas penimbunan BBM solar bersubsidi disalah satu gudang yang berada di lokasi jalan naga sakti simpang baru kecamatan bina Widya Pekanbaru.
Dalam pemberitaan tersebut disebut sebuah gudang penimbunan BBM solar bersubsidi dengan nama gudang Gultom yang diperkirakan sebagai pemilik. Namun ternyata pemberitaan terbit tanpa konfirmasi ulang sehingga dianggap tidak tepat sasaran.
Dari investigasi yang dilakukan secara langsung dengan turun kelokasi ternyata gudang tersebut tidak terlihat beraktivitas lagi. Jangan gudang penimbunan BBM solar bersubsidi yang dilihat satupun aktivitas tidak dijumpai dilokasi alias kosong yang berpagarkan seng. (27/03/2026)
Dari analisis tim khusus terkait pemberitaan penimbunan BBM solar bersubsidi milik Gultom diduga hanya melepaskan sakit hati karena tidak digubris dalam hal apapun sehingga berita naik tanpa konfirmasi rilisan.
Dalam komunikasi melalui WhatsApp dengan nomor 0812 7641 XXXX Gultom menyampaikan bahwa sebenarnya sengaja tidak melakukan gubrisan dari teman-teman media terkait bantuan dan gudang tersebut karena selama ini Gultom mengaku sebenarnya gudang tersebut tidak dalam ranah dia dan sudah lama aktivitas seperti yang disampaikan tidak dilakukannya lagi. Jika benar adanya aktivitas tersebut Gultom mengatakan itu murni bukan wewenang dia. Dan untuk mengetahui siapa pemilik gudang tersebut tanya saja sama penjaga dan yang ada di gudang tersebut ucapnya.
Gultom sangat menyayangkan sikap teman-teman media yang selalu membuat namanya terkait gudang Penimbunan BBM Solar bersubsidi dan selalu mengungkit masa lalu. Sebaiknya sebagai jurnalis pastikan siapa pemilik gudang tersebut dan aktivitas apa yang sebenarnya dilakukan.
Terkait DPO yang disampaikan teman-teman media saat kejadian di tahun 2024 itu sudah diproses dan sudah selesai sesuai dengan prosedur hukum pada tahun itu juga kenapa kok sampai sekarang pemberitaan tersebut sering di sampaikan hingga saat ini ungkap Gultom.
Gultom juga berharap bersinerginya dia terhadap teman-teman media terhadap bantuan bukan bentuk penyogokan atau melakukan kesalahan melainkan hanya rasa perkenalan yang sudah lama terjalin.
Terbitnya pemberitaan ini setelah tim khusus melakukan investigasi langsung dan wawancara melalui WhatsApp sehingga opini, dan dugaan terjawab sudah. Semoga investigasi ini menjadi ajang sebagai wujud nyata terhadap sebuah pemberitaan. Jangan hanya naik berita tanpa konfirmasi ulang dan hanya berpatokan dengan masa lalu. Karena segala sesuatu bisa saja berubah dalam waktu yang singkat.
Red
Karhutla Tak Kunjung Usai, LSM Rajawali Merah Putih Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kalapas Batam Hadiri FGD Layanan Reintegrasi Berkelanjutan dan Peluncuran Aplikasi SIGAP
Temuan BPK Rp 214,77 Juta di DPRD Riau Disorot Ada Dugaan Pengadaan Fiktif
Polda Jambi Ungkap Dugaan PETI di Bungo, 2 Excavator Disita dan 4 Orang Jadi Tersangka
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter



