Pekanbaru, INFO_PAS-Suarahebat.com_-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menunjukkan respon cepat atas aduan masyarakat terkait dugaan bau tidak sedap yang bersumber dari pengelolaan limbah septic tank di lingkungan sekitar Lapas, Senin (30/03).
Menindaklanjuti pemberitaan yang beredar, jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru segera berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan awal secara sigap dan terukur.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, langsung melakukan pengecekan internal terhadap sistem sanitasi dan instalasi pengolahan limbah guna mengidentifikasi sumber permasalahan. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya gangguan teknis yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Lapas Pekanbaru juga telah memanggil jasa sedot septic tank guna mengurangi potensi penumpukan limbah yang diduga menjadi sumber bau tidak sedap. Langkah ini dilakukan sebagai upaya awal untuk mengatasi permasalahan secara langsung sambil menunggu hasil pengecekan teknis secara menyeluruh.
Sebagai langkah lanjutan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru bersama Kanwil Ditjenpas Riau akan menggandeng instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan pihak teknis lainnya, guna melakukan evaluasi serta memastikan sistem pengelolaan limbah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pihak Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang dirasakan akibat aroma tidak sedap tersebut. Selain itu, pihak Lapas turut mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aduan dan masukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, pihak Lapas juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk menerima laporan, masukan, maupun informasi tambahan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya transparansi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui langkah cepat ini, diharapkan permasalahan dapat segera teratasi dan tidak kembali menimbulkan gangguan bagi warga sekitar. Sinergi antara pihak lapas, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan demi menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan bersama.
Redaksi/Seprinaldi
Karhutla Tak Kunjung Usai, LSM Rajawali Merah Putih Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kalapas Batam Hadiri FGD Layanan Reintegrasi Berkelanjutan dan Peluncuran Aplikasi SIGAP
Temuan BPK Rp 214,77 Juta di DPRD Riau Disorot Ada Dugaan Pengadaan Fiktif
Polda Jambi Ungkap Dugaan PETI di Bungo, 2 Excavator Disita dan 4 Orang Jadi Tersangka
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter



