PEKANBARU – Aktivitas mencurigakan di tepian Sungai Siak, tepatnya di kawasan Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Rumbai Pesisir kian menyita perhatian publik. Sebuah pelabuhan yang diduga beroperasi tanpa izin resmi disebut-sebut menjadi pintu masuk barang impor ilegal bernilai tinggi ke wilayah Riau.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, aktivitas di lokasi tersebut bukan lagi sekadar pelanggaran administratif. Dugaan mengarah pada praktik penyelundupan terorganisir yang memanfaatkan celah pengawasan di jalur perairan strategis, Rabu (1/4/2026).
Lebih mengkhawatirkan, muncul indikasi adanya “pembiaran” bahkan dugaan perlindungan oleh oknum aparat, yang membuat aktivitas tersebut berlangsung relatif tanpa hambatan.
Sejumlah sumber di lapangan mengungkapkan, distribusi barang diduga melalui rute Malaysia – Selatpanjang – Pekanbaru, melintasi kawasan padat lalu lintas di Selat Malaka.
Dua kapal, yakni KLM BERLIN dan KLM BERKAT, disebut-sebut kerap digunakan sebagai armada pengangkut. Kapal tersebut diduga tidak melalui pelabuhan resmi, melainkan bersandar di titik-titik yang minim pengawasan.
Jika informasi ini benar, maka hal tersebut menimbulkan pertanyaan serius: sejauh mana efektivitas pengawasan laut di jalur yang selama ini dikenal rawan penyelundupan?
Barang yang diduga masuk melalui jalur ini bukan barang biasa. Sumber menyebutkan, muatan tersebut meliputi:
- Karpet premium impor asal Turki
- Suku cadang kendaraan mewah seperti Ferrari, Mercedes-Benz, dan BMW
- Rokok tanpa pita cukai
Jenis barang ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat potensial menggerus penerimaan negara, khususnya dari sektor bea masuk dan cukai.
Dalam pusaran dugaan ini, pelabuhan disebut dikelola oleh seorang berinisial T. Distribusi barang diduga melibatkan pihak berinisial I, sementara aktivitas di lapangan dikaitkan dengan sosok berinisial Y.
Tak hanya itu, beredar pula informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dari unsur pengawasan laut dan kepabeanan. Namun hingga kini, seluruh informasi tersebut masih sebatas keterangan sumber dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Situasi ini memperkuat kesan adanya “zona abu-abu” dalam pengawasan, yang berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan ilegal.
Dugaan praktik tersebut dapat masuk kategori pelanggaran serius, mulai dari penyelundupan hingga kejahatan ekonomi terorganisir, publik pun mulai mempertanyakan konsistensi penegakan hukum di wilayah perairan Riau. Desakan agar aparat bertindak tegas semakin menguat, termasuk terhadap kemungkinan keterlibatan internal.
Beberapa langkah yang dinilai mendesak antara lain:
- Pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal KLM BERLIN dan KLM BERKAT
- Penelusuran rantai distribusi barang
- Audit aktivitas pelayaran di sepanjang Sungai Siak
- Penindakan tanpa tebang pilih, termasuk jika melibatkan oknum aparat
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait lainnya mengenai dugaan tersebut.
Upaya konfirmasi masih terus dilakukan. Publik kini menunggu, apakah aparat akan bergerak cepat membongkar dugaan ini, atau justru membiarkannya menjadi “rahasia umum” yang terus berulang.***
Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak
Sidak Berulang, Kepastian Tak Kunjung Datang: Publik Pertanyakan Ketegasan Pemko dan DPRD Pekanbaru terhadap THM Bermasalah
Opini: Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Ditawar Demi Keberhasilan Program Prioritas Nasional
MS Law Firm Gugat Mantan Pimpinan KORPRI Departemen Kesehatan Provinsi Riau, Tuntut Pertanggungjawaban atas Nasib 2 Mantan Bawahan
Empat Hari Gangguan, Pelanggan Murka: Telkomsel dan IndiHome Diminta Bertanggung Jawab, Jangan Diam!
Aksi Besar Kembali Terjadi di Pekanbaru, Massa Desak Pemprov Riau Benahi Kisruh SPMB 2026
Diduga Hindari Konfirmasi Soal Gatotnya Program Ketahanan Pangan BUMDes Tameran Yang Telan Rp 219 Juta, Kades Blokir WhatsApp Awak Media
Batas Waktu 60 Hari, BASMI Riau Desak Bupati Meranti Tindaklanjuti Temuan BPK Senilai Rp 6,5 Miliar
Banyak Calon Siswa Belum Dapat Sekolah Negeri, GRIB Jaya Minta Plt Gubernur Riau Tambah Kuota SPMB
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Perkuat Peran Perempuan, Srikandi GRIB Jaya Pekanbaru Gelar Konsolidasi dan Aksi Sosial Dihadiri DPD dan DPC GRIB Jaya
DLHK Provinsi Riau Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Karhutla Melalui Sosialisasi dan Simulasi di Desa Aliantan
Gugatan F. Zega Ditolak Pengadilan, PKMNR Tegaskan Legalitas Organisasi dan Siapkan Langkah Hukum atas Dugaan Fitnah
Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi

