BENGKALIS – Gelombang reaksi publik pasca viralnya dugaan penganiayaan dan pengusiran paksa terhadap pekerja di lingkungan PT Tumpuan Mandau, Desa Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, mulai menunjukkan dampak langsung.
Sehari setelah Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Masyarakat Nias Riau (PKMNR), S. Hondro, turun langsung menemui keluarga korban dan secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Polsek Mandau, pihak PT Tumpuan diketahui langsung melakukan pembayaran seluruh tunggakan gaji kepada korban.
Langkah ini dinilai sebagai respons cepat perusahaan setelah tekanan publik meluas. Namun, PKMNR menegaskan bahwa penyelesaian hak normatif pekerja tidak serta-merta menghapus dugaan tindak pidana yang telah terjadi.
Ketua Umum PKMNR, S. Hondro, menegaskan bahwa pembayaran gaji hanyalah kewajiban dasar perusahaan, bukan bentuk penyelesaian atas dugaan kekerasan dan pelanggaran hukum yang dialami korban.
“Jangan digiring seolah-olah persoalan selesai hanya karena gaji dibayar. Ini bukan sekadar soal hak normatif pekerja. Ada dugaan penganiayaan, pengusiran paksa, dan tindakan tidak manusiawi yang melukai korban dan keluarganya,” tegas Hondro, Senin (06/04/2026).
Ia bahkan menilai langkah perusahaan tersebut berpotensi sebagai upaya meredam tekanan publik tanpa menyentuh akar persoalan utama.
“Kalau hanya bayar gaji setelah viral, itu bukan itikad baik, itu reaksi karena tekanan. Pertanyaannya, bagaimana dengan kekerasan yang terjadi? Siapa yang bertanggung jawab?” lanjutnya.
PKMNR menegaskan bahwa laporan resmi telah masuk ke Polsek Mandau dan proses hukum harus berjalan tanpa intervensi.
Lebih jauh, Hondro secara tegas menyebut bahwa pihaknya tidak hanya mendorong penindakan terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga mengarah pada pihak yang diduga memberi perintah.
“Kami mendesak kepolisian tidak berhenti pada oknum security di lapangan. Harus diusut sampai ke aktor intelektual. Kami menduga kuat ada perintah komando dari pimpinan perusahaan, termasuk direktur PT Tumpuan,” tegasnya.
Menurutnya, jika dugaan tersebut terbukti, maka tanggung jawab pidana tidak bisa dilepaskan dari jajaran manajemen perusahaan.
PKMNR kembali mendesak aparat kepolisian, khususnya Polres Bengkalis dan Polsek Mandau, untuk segera:
1. Menindaklanjuti laporan secara profesional dan transparan
2. Memanggil seluruh pihak terkait, termasuk pimpinan perusahaan
3. Mengamankan dan menetapkan tersangka
4. Mengusut dugaan keterlibatan aktor intelektual
5. Memberikan perlindungan maksimal kepada korban dan keluarga
Hondro juga mengingatkan bahwa penanganan kasus ini akan menjadi tolok ukur keberpihakan aparat terhadap keadilan masyarakat kecil.
“Ini ujian bagi penegakan hukum. Jangan sampai tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kalau dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk bagi perlindungan pekerja di daerah ini,” ujarnya.
PKMNR memastikan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas, serta membuka kemungkinan membawa perkara ini ke tingkat yang lebih tinggi apabila penanganan dinilai tidak serius.
“Pembayaran gaji tidak menghapus luka, apalagi menghapus pidana. Kami akan terus kawal sampai pelaku dan siapa pun yang memerintahkan ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutup Hondro.*jhn
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



