Jumat, 17 Juli 2026

Breaking News

  • POLICE GO TO SCHOOL, DITLANTAS POLDA RIAU TANAMKAN BUDAYA TERTIB BERLALU LINTAS DAN GREEN POLICING KEPADA PELAJAR   ●   
  • Perkuat Peran Perempuan, Srikandi GRIB Jaya Pekanbaru Gelar Konsolidasi dan Aksi Sosial Dihadiri DPD dan DPC GRIB Jaya   ●   
  • DLHK Provinsi Riau Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Karhutla Melalui Sosialisasi dan Simulasi di Desa Aliantan   ●   
  • Gugatan F. Zega Ditolak Pengadilan, PKMNR Tegaskan Legalitas Organisasi dan Siapkan Langkah Hukum atas Dugaan Fitnah   ●   
  • Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi   ●   
Jeritan Ibu-Ibu di Ujungbatu: Judi Gelper Tembak Ikan Merajalela, Polisi Jangan Tutup Mata!
Kamis 09 April 2026, 13:28 WIB

ROKAN HULU – Keberadaan gelanggang permainan (Gelper) mesin tembak ikan yang masih bebas beroperasi di Kecamatan Ujung Batu kian memicu keresahan masyarakat. Aktivitas yang diduga kuat sebagai praktik perjudian itu berlangsung terang-terangan, seolah tak tersentuh hukum.

Pantauan warga, sejumlah mesin Gelper di wilayah Durian Sebatang, Desa Suka Damai, dan Jalan Lingkar Ujung Batu tetap aktif siang dan malam. Ironisnya, lokasi permainan berada di pinggir jalan dan mudah terlihat publik, tanpa ada upaya penindakan yang tegas.

“Ini bukan lagi sembunyi-sembunyi. Terang-terangan! Siang malam tetap ramai. Kami jadi heran, kenapa dibiarkan?” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (10/04/2026).

Namun di balik maraknya praktik tersebut, tersimpan jeritan pilu dari para ibu rumah tangga yang menjadi korban tak langsung dari candu judi suami mereka.

Seorang ibu di Ujung Batu, dengan suara bergetar, mengungkapkan kegelisahannya. Ia mengaku ekonomi keluarganya semakin terpuruk karena sang suami kecanduan bermain mesin tembak ikan.

“Uang belanja habis di situ. Anak-anak kadang sampai kekurangan. Kami ini mau makan apa? Masa depan anak kami bagaimana?” tuturnya lirih.

Ia mengaku sudah berulang kali meminta suaminya berhenti, namun keberadaan tempat judi yang begitu mudah diakses membuat upaya tersebut sia-sia.

“Kalau tempatnya masih buka, ya susah. Godaan itu selalu ada. Kami hanya bisa berharap polisi benar-benar menutupnya,” tambahnya.

Keluhan serupa juga datang dari sejumlah warga lain. Mereka menilai praktik Gelper bukan sekadar permainan biasa, melainkan bentuk perjudian yang merusak tatanan sosial dan menghancurkan ekonomi keluarga kecil.

Masyarakat pun mendesak Polres Rokan Hulu untuk tidak lagi berdiam diri. Warga meminta aparat segera turun langsung ke lokasi dan menindak tegas seluruh aktivitas perjudian tanpa pandang bulu.

Desakan ini juga mengacu pada komitmen dan atensi tegas dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang berulang kali menekankan pemberantasan segala bentuk perjudian di Indonesia.

“Jangan hanya slogan. Kami butuh bukti nyata. Kalau memang serius memberantas judi, tutup semua Gelper itu sekarang juga,” tegas warga lainnya.

Warga berharap aparat kepolisian tidak kalah oleh praktik ilegal yang jelas-jelas merusak masyarakat. Ketegasan penegakan hukum dinilai menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan generasi dan ekonomi keluarga dari jerat perjudian.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin dampaknya akan semakin meluas—dari kehancuran ekonomi rumah tangga hingga meningkatnya potensi kriminalitas di tengah masyarakat.***

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi

Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak

Sidak Berulang, Kepastian Tak Kunjung Datang: Publik Pertanyakan Ketegasan Pemko dan DPRD Pekanbaru terhadap THM Bermasalah

Opini: Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Ditawar Demi Keberhasilan Program Prioritas Nasional

MS Law Firm Gugat Mantan Pimpinan KORPRI Departemen Kesehatan Provinsi Riau, Tuntut Pertanggungjawaban atas Nasib 2 Mantan Bawahan

Empat Hari Gangguan, Pelanggan Murka: Telkomsel dan IndiHome Diminta Bertanggung Jawab, Jangan Diam!

Aksi Besar Kembali Terjadi di Pekanbaru, Massa Desak Pemprov Riau Benahi Kisruh SPMB 2026

Diduga Hindari Konfirmasi Soal Gatotnya Program Ketahanan Pangan BUMDes Tameran Yang Telan Rp 219 Juta, Kades Blokir WhatsApp Awak Media

Batas Waktu 60 Hari, BASMI Riau Desak Bupati Meranti Tindaklanjuti Temuan BPK Senilai Rp 6,5 Miliar

Banyak Calon Siswa Belum Dapat Sekolah Negeri, GRIB Jaya Minta Plt Gubernur Riau Tambah Kuota SPMB

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top