PEKANBARU — Insiden kecelakaan kerja serius terjadi di proyek pembangunan gedung baru Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru. Sebuah lift barang dilaporkan jatuh dari lantai tujuh hingga ke dasar bangunan, menyebabkan tiga pekerja mengalami luka berat. Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) langsung bergerak cepat melakukan investigasi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa malam (7/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, tiga pekerja yang baru saja menyelesaikan pekerjaan pembersihan di lantai tujuh menggunakan lift barang untuk turun. Namun di tengah perjalanan, lift mendadak bermasalah.
“Diduga kawat sling bergulung tidak beraturan, kemudian lift berhenti di sekitar lantai enam sebelum akhirnya jatuh ke bawah. Ada indikasi sistem pengereman tidak berfungsi,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sukajadi, Leo Dirgantara, Jumat (10/4).
Akibat kejadian tersebut, tiga korban yakni Kusnia (23), warga Garut, mengalami patah tulang kaki dan luka di wajah. Sementara dua rekannya, Muhammad Agit Nurjamil (25) dan Ashari Ananta Pangestu (27), juga mengalami patah tulang kaki. Ketiganya saat ini menjalani perawatan intensif di RS Santa Maria Pekanbaru.
Merespons insiden ini, Disnakertrans Riau langsung menurunkan tim pengawas ke lokasi. Kepala Bidang Pengawasan, Bayu Surya, menyebutkan bahwa tim yang diterjunkan terdiri dari tiga orang, termasuk satu pengawas spesialis lift serta dua penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).
“Pengawas sudah turun ke lapangan untuk mengumpulkan bahan keterangan. Kami juga akan memanggil pihak pemberi kerja dan penerima kerja, baik dari manajemen rumah sakit maupun kontraktor,” tegas Bayu.
Tak hanya itu, Disnakertrans juga akan menelusuri aspek krusial terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk legalitas kontrak kerja serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan para pekerja.
“Kami akan dalami apakah standar K3 sudah diterapkan sesuai aturan. Termasuk memastikan apakah para pekerja telah terdaftar dalam jaminan sosial ketenagakerjaan,” tambahnya.
Sementara itu, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti penting, seperti kabel baja yang putus, satu unit angkong, serta patahan sekop besi. Area proyek kini telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan kerja di sektor konstruksi. Jika terbukti terjadi kelalaian, bukan tidak mungkin kasus ini akan berujung pada proses hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.***
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



