PEKANBARU — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri kembali mengungkap peredaran zat berbahaya jenis etomidate di wilayah hukum Provinsi Riau. Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya intensif aparat dalam menekan peredaran zat adiktif yang mulai marak beredar di sejumlah daerah.
Tim Lidik Subdirektorat II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri melakukan penindakan pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di area parkir Hotel Furaya, Pekanbaru.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial H (36) yang diduga berperan sebagai pemilik sekaligus pengendali barang terlarang tersebut.
Dari hasil penangkapan, aparat menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat akan diedarkan di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya, yakni:
- 43 cartridge etomidate siap edar bermerek THUGS
- 1 unit telepon genggam
- 2 perangkat alat hisap elektronik
Barang bukti tersebut ditemukan saat petugas melakukan penggeledahan lanjutan di kamar hotel yang digunakan tersangka sebagai lokasi penyimpanan.
Seluruh barang disimpan dalam kantong plastik dan diduga telah siap untuk didistribusikan kepada jaringan pengguna.
Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka mengaku memperoleh etomidate melalui perantara dan telah melakukan transaksi berulang sejak Maret 2026.
Nilai transaksi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, dengan sebagian barang diketahui telah beredar di masyarakat.
Temuan ini mengindikasikan adanya jaringan distribusi yang lebih luas dan terorganisir.
Bareskrim Polri saat ini masih melakukan pengembangan guna mengungkap aktor lain yang diduga terlibat dalam rantai distribusi etomidate di wilayah Riau.
Langkah lanjutan yang dilakukan penyidik meliputi ; Pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti, Gelar perkara, Penelusuran jaringan pemasok dan distributor, Proses penyidikan hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika maupun zat berbahaya yang berpotensi merusak kesehatan masyarakat.
Peredaran etomidate menjadi perhatian khusus aparat karena zat tersebut kerap disalahgunakan di luar fungsi medisnya dan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi pengguna.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba dan zat berbahaya di lingkungan masing-masing.*jhn
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



