PEKANBARU — Beredarnya pemberitaan di sejumlah media elektronik yang menyebut nama Taufik Tambusai sebagai penasehat DPD GRIB JAYA Riau dinilai sebagai informasi yang tidak benar, menyesatkan, dan berpotensi merusak reputasi organisasi.
Ketua DPD GRIB JAYA Riau, Dr. Martin Purba, S.H., M.H., secara tegas membantah klaim tersebut. Ia memastikan bahwa nama Taufik Tambusai tidak pernah tercatat, tidak pernah diangkat, dan tidak memiliki legitimasi apa pun dalam struktur organisasi DPD GRIB JAYA Provinsi Riau di bawah kepemimpinannya.
“Ini perlu diluruskan secara terang-benderang. Tidak ada nama Taufik Tambusai dalam struktur resmi kami. Klaim tersebut tidak berdasar dan berpotensi merupakan bentuk pencatutan nama organisasi,” tegas Dr. Martin.
Lebih jauh, DPD GRIB JAYA Riau menilai bahwa upaya mengaitkan individu yang tidak memiliki hubungan struktural dengan organisasi dalam pemberitaan publik merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan dapat menimbulkan distorsi informasi di tengah masyarakat.
DPD GRIB JAYA Riau menegaskan sikap:
1. Menolak dan membantah secara penuh segala bentuk penyebutan Taufik Tambusai sebagai bagian dari GRIB JAYA Riau.
2. Menyatakan bahwa seluruh tindakan, aktivitas, dan persoalan hukum yang melibatkan yang bersangkutan adalah murni tanggung jawab pribadi.
3. Menegaskan bahwa organisasi tidak memiliki keterkaitan, tidak memberikan mandat, serta tidak akan memberikan pembelaan dalam bentuk apa pun terhadap yang bersangkutan.
“Kami tidak akan tinggal diam apabila nama organisasi terus dicatut untuk kepentingan pribadi. Ini bukan sekadar klarifikasi, tetapi juga peringatan keras,” lanjutnya.
DPD GRIB JAYA Riau juga memberikan peringatan terbuka kepada pihak-pihak terkait, termasuk yang bersangkutan, agar segera menghentikan segala bentuk penggunaan, penyebutan, atau pengaitan nama GRIB JAYA dalam konteks apa pun yang tidak sah.
Apabila praktik pencatutan ini terus berlanjut, DPD GRIB JAYA Riau membuka opsi untuk menempuh langkah hukum guna melindungi nama baik dan integritas organisasi.
“Kami minta kepada seluruh masyarakat, netizen, dan pihak media untuk lebih cermat dan tidak menyebarluaskan informasi yang tidak terverifikasi. Jangan sampai publik disesatkan oleh klaim sepihak yang tidak memiliki dasar,” tutup Dr. Martin.***
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



