PEKANBARU – Ketua DPC GRIB Jaya Kota Pekanbaru, S. Hondro, melontarkan kritik terhadap Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung Nugroho. Hal ini menyusul mencuatnya dugaan intervensi dan cacat prosedur dalam proses Pemilihan Ketua RW 02 Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Kulim.
Dalam pernyataan tegasnya, Hondro menilai persoalan tersebut bukan sekadar konflik lokal, melainkan indikasi serius rusaknya tata kelola pemerintahan di tingkat bawah.
“Kalau benar aparatur kelurahan terlibat mengarahkan pilihan warga dan membiarkan proses yang tidak transparan, ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi. Pemko tidak boleh tutup mata,” tegas Hondro, Kamis (07/05/2026).
Ia menyoroti dugaan keterlibatan lurah dalam mengarahkan dukungan kepada kandidat incumbent sebagai pelanggaran prinsip netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, ASN seharusnya menjadi penjaga proses demokrasi yang adil, bukan justru menjadi aktor yang mencederainya.
“Ini bukan lagi soal etika birokrasi, tapi sudah masuk kategori penyalahgunaan wewenang. Kalau dibiarkan, praktik seperti ini akan menjadi budaya buruk di tingkat RT dan RW,” ujarnya.
Selain itu, Hondro juga mengkritik keras proses pembentukan panitia pemilihan yang disebut dilakukan di rumah pribadi incumbent. Ia menyebut hal tersebut sebagai tindakan yang sarat konflik kepentingan dan mencederai asas transparansi.
“Bagaimana mungkin proses publik dilakukan di ruang privat milik kandidat? Ini jelas tidak sehat dan patut diduga ada skenario yang dimainkan,” katanya.
Lebih jauh, ia mendesak Pemko Pekanbaru untuk tidak bersikap pasif. Menurutnya, kepemimpinan Wali Kota harus hadir secara konkret dalam memastikan tidak ada praktik manipulasi administrasi maupun pembiaran terhadap dugaan pelanggaran hukum.
“Wali Kota harus turun tangan. Jangan sampai publik menilai ada pembiaran atau bahkan perlindungan terhadap oknum tertentu. Ini menyangkut kredibilitas pemerintahan,” tegasnya lagi.
GRIB Jaya Pekanbaru, lanjut Hondro, secara kelembagaan mendesak sejumlah langkah tegas, antara lain:
- Audit menyeluruh terhadap proses Pemilihan RW 02 Kelurahan Pebatuan
- Penonaktifan sementara pihak-pihak yang diduga terlibat pelanggaran
- Investigasi oleh inspektorat dan aparat penegak hukum
- Transparansi penuh kepada publik terkait status hukum dan administrasi para calon
Hondro juga memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila dugaan pelanggaran ini tidak ditindaklanjuti secara serius.
“Jika Pemko gagal bertindak, kami siap menggerakkan aksi sebagai bentuk kontrol sosial. Demokrasi di tingkat bawah tidak boleh dirusak oleh kepentingan segelintir orang,” tandasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat ditentukan oleh keberanian dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu.
“Ini ujian bagi Pemko Pekanbaru. Mau berpihak pada aturan atau membiarkan pelanggaran terus terjadi,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui sejak diterbitkannya Perwako 48/2025 memang tidak pernah lepas dari kontroversi. Forum RT/RW Kota Pekanbaru secara terbuka menyatakan penolakan dengan sejumlah alasan:
1. dinilai cacat hukum,
2. dianggap membatasi peluang calon tertentu,
3. berpotensi memicu konflik horizontal,
4. tidak lahir dari proses partisipatif masyarakat.
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



