Jumat, 17 Juli 2026

Breaking News

  • Perkuat Peran Perempuan, Srikandi GRIB Jaya Pekanbaru Gelar Konsolidasi dan Aksi Sosial Dihadiri DPD dan DPC GRIB Jaya   ●   
  • DLHK Provinsi Riau Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Karhutla Melalui Sosialisasi dan Simulasi di Desa Aliantan   ●   
  • Gugatan F. Zega Ditolak Pengadilan, PKMNR Tegaskan Legalitas Organisasi dan Siapkan Langkah Hukum atas Dugaan Fitnah   ●   
  • Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi   ●   
  • Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak   ●   
Gunakan Alat Berat, Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Petapahan Gunung Toar Resahkan Warga; Desak Polda Riau Tangkap Pemilik
Jumat 08 Mei 2026, 21:12 WIB

suarahebat.com, KUANTAN SINGINGI - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dilaporkan semakin masif. Berdasarkan pantauan lapangan dan laporan warga, para pelaku kini terang-terangan menggunakan alat berat untuk mengeruk lahan, yang memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan skala besar (jum'at 8 Mei 2026).

Dalam sebuah dokumentasi foto bertanggal **8 Mei 2026**, terlihat satu unit ekskavator bermerek **Caterpillar (CAT)** sedang beroperasi di area perbukitan yang telah gundul. Penggunaan alat berat ini mengindikasikan bahwa kegiatan ilegal tersebut dikelola secara terorganisir dan memiliki modal besar, melampaui skala pertambangan rakyat tradisional.

### **Poin-Poin Utama Kejadian:**

* **Lokasi:** Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi.
* **Modus Operandi:** Penggunaan alat berat (ekskavator) untuk mempercepat proses pengerukan tanah dan pencarian emas.
* **Dampak:** Kerusakan bentang alam, potensi pencemaran aliran sungai, dan gangguan ekosistem hutan di sekitar wilayah Gunung Toar.

### **Desakan Masyarakat kepada Penegak Hukum**

Warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa aktivitas ini sudah berlangsung cukup lama namun terkesan luput dari penindakan tegas. Masyarakat kini mendesak **Polda Riau** untuk segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar imbauan.

> *"Kami meminta Kapolda Riau untuk segera turun tangan menangkap pemilik modal dan menyita alat berat yang beroperasi di Petapahan. Keberadaan mereka sangat merusak lingkungan kami dan seolah kebal hukum,"* ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas siapa aktor intelektual atau pemilik di balik alat berat tersebut, mengingat biaya sewa dan operasional ekskavator memerlukan dana yang tidak sedikit.

### **Konsekuensi Hukum**

Sesuai dengan **UU No. 3 Tahun 2020** tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. Selain itu, penggunaan alat berat dalam kawasan hutan tanpa izin juga melanggar UU Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat terus memantau pergerakan alat berat tersebut dan berharap adanya respons cepat dari jajaran penegak hukum demi menyelamatkan lingkungan di Kabupaten Kuantan Singingi.*(Redaksi)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Ratusan Calon Siswa SMA/SMK Terancam Kehilangan Hak Pendidikan, GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru Desak Plt Gubernur Riau Gunakan Diskresi

Raja Jaya Dinata Sianturi, S.E. Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tapung, Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Rusak

Sidak Berulang, Kepastian Tak Kunjung Datang: Publik Pertanyakan Ketegasan Pemko dan DPRD Pekanbaru terhadap THM Bermasalah

Opini: Pemberantasan Korupsi Tak Bisa Ditawar Demi Keberhasilan Program Prioritas Nasional

MS Law Firm Gugat Mantan Pimpinan KORPRI Departemen Kesehatan Provinsi Riau, Tuntut Pertanggungjawaban atas Nasib 2 Mantan Bawahan

Empat Hari Gangguan, Pelanggan Murka: Telkomsel dan IndiHome Diminta Bertanggung Jawab, Jangan Diam!

Aksi Besar Kembali Terjadi di Pekanbaru, Massa Desak Pemprov Riau Benahi Kisruh SPMB 2026

Diduga Hindari Konfirmasi Soal Gatotnya Program Ketahanan Pangan BUMDes Tameran Yang Telan Rp 219 Juta, Kades Blokir WhatsApp Awak Media

Batas Waktu 60 Hari, BASMI Riau Desak Bupati Meranti Tindaklanjuti Temuan BPK Senilai Rp 6,5 Miliar

Banyak Calon Siswa Belum Dapat Sekolah Negeri, GRIB Jaya Minta Plt Gubernur Riau Tambah Kuota SPMB

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top